Hasil penyelidikan dari kepolisian itu menyebar di kalangan wartawan dalam format PDF. Kepada CNNIndonesia.com, seorang perwira tinggi kepolisian membenarkan hasil penyelidikan itu milik kepolisian.
Kepolisian melampirkan sejumlah data untuk membantah kabar awal soal Ratna dianiaya di Bandung, Jawa Barat. Dalam hasil penyelidikan polisi menyimpulkan bahwa pada hari penganiayaan, 21 September, Ratna justru berada di Jakarta, bukan di Bandung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan Ratna juga tercatat dalam buku register rawat inap RS Bina Estetika. Ratna masuk hari Jumat tanggal 21 September pukul 17.00 WIB dan berdasarkan rekaman CCTV, Ratna keluar Rumah Sakit Khusus (RSK) Bedah Bina Estetika pada hari Senin, 24 September pukul 21.28 WIB menggunakan taksi Blue Bird.
Data perbankan Ratna turut memperkuat bahwa Ratna tidak dianiaya di Bandung pada 21 September, melainkan berada di Jakarta, tepatnya di RSK Bina Estetika.
Nomor Rekening Serupa
Polisi mencatat ada tiga transaksi debit oleh dua rekening itu pada tanggal 20, 21, dan 24 September 2018.
Pada tanggal 20 September 2018 pukul 21.00 WIB tercatat transaksi sebesar Rp25 juta, tanggal 21 September 2018 pukul 17.06 WIB sebanyak Rp25 juta, dan tanggal 24 September 2018 pukul 21.11 WIB sebesar Rp40 juta.
[Gambas:Instagram]
Nomor rekening Ratna itu ternyata juga pernah digunakan sebagai rekening untuk untuk menampung dana sumbangan terhadap korban kapal tenggelam di Danau Toba, beberapa waktu lalu.
Lihat juga:Cerita di Balik Kebohongan Ratna Sarumpaet |
Pada 29 Juni, akun Instagram Atikah, @atiqahhasiholan mengajak masyarakat yang ingin membantu korban kapal tenggelam di Danau Toba menyalurkan bantuannya ke rekening BCA 2721360727.
"Ratna Sarumpaet Crisis Center besok akan pergi bertemu dengan keluarga yang ditinggalkan. Banyak dari mereka dengan status ekonomi kurang mampu. Yang ingin berbagi, silahkan kirimkan dana untuk bantuan keluarga2 korban ke rekening BCA 2721360727," tulis Atiqah
Belum ada penjelasan soal keterkaitan pengunaan rekening tersebut baik dari pihak Ratna Sarumpaet maupun kepolisian. Namun penggunaan rekenening yang sama untuk penggalangan donasi dengan kebutuhan berobat Ratna kini jadi sorotan publik.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
(wis/gil)