Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai Meluas Hingga 355 Hektare

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 04/10/2018 04:25 WIB
Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai Meluas Hingga 355 Hektare Kebakaran di Gunung Ciremai. (CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran yang melanda kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus meluas, dan hingga Rabu (3/10) malam, terdata telah mencapai ratusan hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin mengatakan kebakaran kawasan TNGC dilaporkan semakin meluas dan api belum bisa dipadamkan.

"Kawasan hutan yang terbakar sementara diperkirakan seluas 355,25 hektare," kata Agus di Kuningan, seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan saat ini pihaknya berupaya melakukan pemetaan dan penyisiran di beberapa daerah, seperti di daerah Batu Arca ke Gunung Dulang.

Kemudian, di daerah Cileutik dan Karangdinding dengan akses dari Cileutik Pasawahan serta daerah Gunung Dulang ke arah Barat.

"Kita fokuskan di daerah itu, karena memang api terus meluas," katanya, "Titik api yang masih meyala di sebelah timur di ujung Karangdinding yang sedang dilakukan upaya pemadaman oleh Relawan, TNGC, Ranger sebanyak 20 orang yang melalui akses Cileutik Pasawahan."

Dia menambahkan kebakaran kawasan hutan TNGC terjadi sejak Minggu (30/9).
Menurutnya, kendala yang dialami oleh tim saat ini yaitu karena kondisi medan yang berbukit dengan dominasi tumbuhan alang-alang dan perdu mengering.

"Kemudian kondisi lahan berbatu dan luasnya area kebakaran itu jadi kendala tim," katanya.

Meski lahan di TNGC terbakar, hingga Rabu (3/10), seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai yang berada di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih dibuka.

"Kita masih membuka semua jalur pendakian ke Gunung Ciremai, karena memang kawasan yang terbakar itu jauh dari jalur," kata Kepala Seksi Wilayah I Kuningan TNGC San Andre Jatmiko.

Ia menambahkan untuk daerah atau kawasan TNGC yang terbakar lokasinya di bawah sebelah Utara dan Timur, serta tidak mengancam para pendaki.

Dengan kondisi tersebut, maka TNGC belum menutup jalur pendakian. Tapi, kata dia, bila api terus menyala dan membahayakan para pendaki, jalur pendakian akan ditutup.

Andre mengimbau kepada para pendaki untuk tidak meninggalkan api unggun ketika masih menyela atau membuat api sembarangan yang bisa menyebabkan kebakaran.

"Kami memang selalu mengimbau kepada para pendaki melalui pengelola untuk para pendaki tidak menggunakan api di dalam kawasan Ciremai," ujarnya.



(Antara/ugo)


BACA JUGA