Hal ini menjadi pertanda baik mengingat sebelumnya pelabuhan yang ada di Donggala rusak akibat diguncang gempa dan tsunami pada Jumat (28/9) lalu. Akibatnya pasokan BBM terhambat.
"Kapal tanker sudah bisa bersandar di Donggala, memang di Donggala itu pelabuhannya kan kena tsunami rusak," ujar Wiranto di Korem 132/Tadulako, Kamis (4/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya perintahkan segera dibangun dermaga baru jetti sementara untuk bisa kapal tangker bersandar, bisa mompa ke depo Pertamina di Donggala, sehingga pasokan bahan bakar itu tidak habis," kata Wiranto.
"Jalan Darat Donggala-Palu sudah tembus sekarang," ujarnya.
Untuk pengiriman BBM ke Palu tersebut akan dilakukan menggunakan sembilan truk tangki pengangkut BBM. Truk tangki tersebut, kata Wiranto bisa mengirimkan BBM hingga empat kali setiap harinya.
Wiranto menuturkan sampai saat ini, dari 17 SPBU yang ada, baru 10 SPBU yang beroperasi. Itu pun dilakukan secara manual.
"Saya katakan 17 buka, sekarang pemilik SPBU sudah dikumpulkan, kita kumpulkan untuk membuka SPBU ini. Operatornya kurang karena pada lari, pada ngungsi, saya katakan pakai polisi dan TNI untuk operator," kat Wiranto.
Nantinya, akan ada 100 operator yang akan didatangkan dari Jakarta untuk membantu operasional SPBU di Palu.