"Dugaan saya RS alami masalah kejiwaan. Mungkin depresi atau bawaan usia. Tidak biasa ya RS melakukan hal-hal seperti ini," ucap Andi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (4/10).
Andi menilai selama ini Ratna selalu jujur dalam melontarkan pernyataan. Atas dasar alasan itu, Andi menduga Ratna mengalami depresi lalu berani berbohong soal pengayaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai hal itu, Andi mengamini tidak ada yang bisa melarang Ratna untuk memberikan dukungan. Tidak ada pula yang bisa menghentikan Ratna jika ingin ikut mengkampanyekan meski sudah tidak berada dalam bagian BPN Prabowo-Sandi.
"Baiknya istirahat saja. Dukungan tidak bisa dilarang. Tetapi sebaiknya RS konsentrasi saja menyelesaikan masalah pribadinya," ucap Andi.
Sekjen PAN yang juga Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Eddy Soeparno mengatakan hal serupa. Menurutnya, pihaknya tidak bisa membatasi Ratna yang ingin membeikan dukungan.
Dia mengatakan bahwa Ratna memang sudah bukan lagi bagian dari BPN. Namun, Ratna masih sebagai seorang simpatisan. BPN, kata Eddy, tidak bisa mengatur atau menghalangi simpatisan untuk mengkampanyekan Prabowo-Sandi.
"Yang bisa kami lakukan adalah mengatur dan mengkoordinir mereka-mereka yang berkampanye di agenda-agenda resmi Badan Pemenangan Nasional," kata Eddy.