Angka itu ia dapatkan dari perbandingan angka kerugian ekonomi akibat gempa bumi yang pernah menimpa Pulau Lombok beberapa waktu lalu.
"Jadi perkiraan kerugian dan kerusakan di atas 10 T, kerugian dan kerusakan di lombok kemarin 18,8 T, ini pasti di atas 10 T, berapa pastinya musti sabar," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis, (4/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kata Sutopo, BNPB telah menurunkan tim rehabilitasi dan rekonstruksi Palu dan Donggala untuk menghitung secara rinci kerugian dan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.
Di sisi lain, Sutopo mengatakan nantinya Presiden bakal mengeluarkan instruksi khusus untuk mempercepat rekonstruksi dan rehabilitasi di Palu dan Donggala.
"Jadi ini untuk membangun kembali dengan lebih baik dan lebih aman," kata dia.
Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai 1.424 jiwa. Sebagian besar korban telah dimakamkan secara massal.
Adapun rinciannya, korban meninggal dunia di Donggala mencapai 144 jiwa, Kota Palu 1.203 jiwa, Sigi 64 jiwa, Pari Gemutong 12 dan Pasang Kayu (Sulawesi Barat) satu orang.
Sementara korban luka berat mencapai 2.549 jiwa. Sebagian korban sudah dirawat di rumah sakit baik di Palu dan Makassar. Sementara itu, korban hilang mencapai 113 orang.