"Saya sepakat saja. Mendukung," ucap Sandi di Restoran Al-Jazeera, Menteng, Jakarta, Kamis (4/10).
Sandi dan Prabowo Subianto bersama anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) berkomitmen menangkal hoaks dan tidak menggunakan informasi palsu alias hoaks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau hari kan pemerintah yang menentukan. Silakan saja," kata Sandi.
"PPP mengusulkan untuk diperingati atau ditetapkan sebagai Hari Antihoaks Nasional," kata Baidowi dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (4/10).
Menurut Baidowi, usulan tersebut perlu ditindaklanjuti guna mencegah peristiwa-peristiwa serupa terulang lagi pada masa mendatang. Dia menilai pengakuan Ratna yang ternyata tidak dianiaya telah memicu perpecahan.
Baidowi juga menyayangkan sikap para elite di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang ceroboh dengan langsung memercayai ucapan Ratna tanpa diverifikasi terlebih dahulu kebenarannya.
"Sebuah pertunjukan politik yang barbar, tidak etis dan jauh dari beradab. Padahal kita sedang membangun iklim politik yang kondusif, beretika, dan beradab," katanya.
Kasus hoaks penganiayaan Ratna telah menyebabkan kehebohan dalam dua hari terakhir. Para politisi terutama dari kalangan oposisi ramai-ramai mengecam kasus itu dan menuntut pemerintah mengusutnya.
Namun, kemarin, Ratna mengakui telah menciptakan berita bohong itu. Dia pun meminta maaf. Permintaan maaf juga disampaikan oleh Prabowo Subianto yang turut menyebarkan berita bohong tersebut. (bmw/wis)