Setidaknya ada lima poin dalam skandal tersebut yang menurut Ma'mun memberinya ruang untuk ragu, mulai dari operasi plastik hingga kemungkinan konspirasi untuk menjatuhkan koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Pertama-tama, Ma'mun menyoroti operasi sedot lemak yang dilakukan oleh Ratna. Dia meyakini bahwa operasi itu menjadi hak Ratna, namun ia mempertanyakan apakah itu perlu untuk perempuan seusianya.
"Ratna ini umurnya sudah 70 tahun, masa masih sedot lemak, saya yakin tidak akan tambah cantik," ujar Ma'mun dalam diskusi di bilangan Kramat, Jakarta Pusat, Kamis (4/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo Subianto meminta maaf karena telah termakan dusta Ratna Sarumpaet. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta) |
Penanganan kepolisian yang cepat dalam skandal ini masuk dalam kecurigaan Ma'mun selanjutnya. Ia merasa polisi mengusut skandal ini sangat cepat jika dibandingkan kasus-kasus lain yang hingga sekarang belum tuntas di tangan kepolisian.
"Kaya Novel Baswedan, kasus persekusi yang dilakukan kepada beberapa orang, Neno warisman, Fahri Hamzah, Tengku Zulkarnaen, itu kan dilaporkan juga tapi responsnya tidak ada sampai sekarang," tuturnya.
Ma'mun pun bingung ketika Ratna belum melaporkan kasusnya kepada polisi, namun aparat tak lama kemudian mengantongi data-data terkait.
Pada akhirnya, yang membuat Ma'mun kian ragu adalah rekam jejak Ratna yang dahulu pernah mendukung Joko Widodo sewaktu Pilkada DKI Jakarta 2012 silam.
Ratna Sarumpaet mengakui telah membohongi Prabowo soal penganiayaan. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Ia tidak menampik bahwa pilihan politik orang dapat berubah seiring waktu berjalan. Namun Ma'mun yakin apa yang tak terbayangkan oleh orang awam dapat terjadi dalam skena politik, seperti halnya teori konspirasi.
"Iya, misalnya kok kemudian sekarang berubah, ini kan juga jadi persoalan," tukas pria yang juga maju sebagai caleg DPR RI ini.
Terlepas dari skandal kebohongan Ratna, kata Ma'mun, Prabowo sendiri sudah meminta maaf kepada publik karena sebelumnya turut ikut menyebar kebohongan Ratna ke masyarakat.
"Saya di sini, atas nama pribadi dan sebagai pimpinan daripada tim kami, saya minta maaf kepada publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya," ujar Prabowo dalam jumpa pers di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (3/10) malam.
Cawapres untuk Prabowo, Sandiaga Uno pun ikut menyesal termakan hoaks yang dibuat Ratna. Begitu pula dengan elite kubu oposisi yang sebelumnya berada satu tim pemenangan dengan Ratna. (bin/gil)
Prabowo Subianto meminta maaf karena telah termakan dusta Ratna Sarumpaet. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Ratna Sarumpaet mengakui telah membohongi Prabowo soal penganiayaan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)