Kesulitan itu, kata Triwisaksana, membuat sampai saat ini belum ada satu nama pun yang disepakati tim pengusung terkait sosok pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Enggak gampang ternyata komunikasinya. Jadi butuh waktu. PKS dan Gerindra," kata Triwisaksana ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (4/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya butuh satu dua putaran lagi untuk mengerucutkan ini," ujar pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut. "Mudah-mudahan segera sepakat ya PKS dan Gerindra."
Disebut posisi itu sebenarnya sudah jadi kesepakatan akan diserahkan ke PKS, namun Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik justru bermanuver dan mengklaim posisi tersebut untuk dirinya. Terkini, bukan hanya Taufik, kader Gerindra lain muncul dalam bursa pengganti Sandiaga yakni Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
Sementara itu, dari kubu PKS disebutkan dua nama yang diajukan adalah Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.
Kementerian Dalam Negeri menyatakan tidak memberi batasan waktu kepada gubernur dan DPRD DKI Jakarta dalam hal mengangkat wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno.
Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono mengatakan pihaknya mempersilakan kepada semua pihak yang berkepentingan untuk mencari sosok yang tepat dengan batas waktu yang tidak ditentukan.
"Tidak ada batas waktu. Mau sebulan, dua bulan, setahun, dua tahun, silakan saja," ucap Sumarsono di kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (1/10).
Sumarsono mengatakan hal itu sah-sah saja. Tidak ada masalah jika gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjalankan tugasnya tanpa dibantu wakil gubernur.