"Kami komitmen, jika Prabowo-Sandi mendapat amanah, kami akan pastikan Indonesia menjadi tempat mercusuar syiar Islam di dunia," ujar Sandi usai bertemu dengan pengurus Sarekat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) di Restoran Al-Jazeerah, Menteng, Jakarta, Kamis (4/10).
Sandi mengatakan bakal berupaya agar mufti (ulama) dari Timur Tengah, Afrika Selatan dan negara lainnya turut berdakwah di Indonesia. Tentunya, kata dia, dakwah-dakwah yang menghadirkan kesejukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, konsep itu juga bermanfaat bagi pengembangan industri nasional.
"Mendorong kebangkitan pemuda Islam," kata sandi.
"Utamanya di bidang ekonomi," imbuh Sandi.
Isu Perempuan
Sandiaga juga berjanji akan memerhatikan isu perempuan, terutama soal kekerasan terhadap perempuan. Sandi mengatakan hal itu setelah melihat reaksi berbagai pihak yang menaruh perhatian terhadap drama penganiayaan Ratna Sarumpaet.
Meskipun, kenyataannya kasus penganiayaan tersebut merupakan hoaks atau kabar bohong.
"Saya juga mensyukuri bahwa isu kekerasan terhadap perempuan itu sekarang ada di tengah masyarakat," kata Sandi.
Sandi mengamini bahwa akhirnya Ratna mengaku berbohong pernah dianiaya. Dengan kata lain, isu kekerasan terhadap Ratna bukan kenyataan. Namun, Sandi tetap bersyukur.
Menurutnya, meski kabar penganiayaan Ratna adalah kebohongan, setidaknya sudah menunjukkan bahwa publik tidak abai terhadai isu kekerasan terhadap perempuan.
Dia berharap ke depannya masyarakat semakin menghargai perempuan.
"Paling tidak isu kekerasan terhadap perempuan sekarang jadi mainstream, jadi isu utama dan mudah-mudahan ini juga bisa mengubah pola pikir kita memuliakan perempuan menghormati ibu kita," kata Sandi.
Menanggapi kasus hoaks Ratna Sarumpaet, Sandi di satu sisi merasa bersyukur. Dia tidak bisa membayangkan wanita dengan kepala tujuh dianiaya tiga orang.
Terlebih, Sandi mengaku ibunya pun berusia 77 tahun. Dia mengaku terbayang bagaimana jika ibunya yang mengalami penganiayaan hingga lebam di wajah.
Tapi, Sandi mengaku ceroboh dan meminta maaf kepada publik tentang hoaks Ratna Sharumpaet. Dia mengaku kurang teliti, sehingga sempat hanyut dalam kebohongan Ratna.
"Menurut saya ini pelajaran buat kami dan pelajaran seluruh bangsa bahwa kita harus betul-betul objektif, verifikasi," ujar Sandi.