FOTO: Berlindung dari Abu Erupsi Gunung Soputan

Antara Foto, CNN Indonesia | Jumat, 05/10/2018 13:26 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak Rabu, masyarakat Kabupaten Minahasa Tenggara harus mewaspadai abu vulkanik yang dilontarkan Gunung Soputan.

Abu vulkanik setinggi 5.809 mdpl (meter di atas permulaan laut) berwarna kelabu akibat letusan gunung Soputan menutupi langit di atas Desa Kota Menara, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, pada Rabu lalu. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)
Desa Kota Menara merupakan desa yang paling terdampak embusan debu vulkanik dengan ketebalan endapan mencapai 5-10mm, menutupi atap rumah, jalanan. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)
Pada Rabu lalu, Gunung Soputan meletus untuk kali pertama dan memuntahkan abu vulkanik. Masyarakat pun diminta untuk menjauhi radius 6,5 kilometer dari puncak untuk menghindari ancaman guguran lava maupun awan panas. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)
Warga di sekitar Gunung Soputan dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)
Masrayakat juga diminta mewaspadai potensi ancaman aliran lahar yang dapat terjadi setelah erupsi. Ini karena material erupsi bisa terbawa air, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng gunung, seperti Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang dan Londola Kelewahu. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)
Tersebarnya abu vulkanik sendiri bisa berbahaya bagi ekosistem sekitar, seperti gagal panen, kematian hewan, dan penyakit pada manusia. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)
Petugas memperlihatkan diagram seismograf aktivitas Soputan di Pos Pemantauan di Desa Silian Tiga, Minahasa Tenggara. Saat ini pemerintah kabupaten memberlakukan status siaga level III untuk mengantisipasi letusan Gunung Soputan. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)
Selain itu, antisipasi dan penanganan bencana, saat ini semua jalur pendakian Gunung Soputan telah ditutup dengan penjagaan ketat aparat keamanan. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)