"Seluruh lurah di kawasan terdampak abu vulkanik akan dikumpulkan untuk mengantisipasi adanya lahar dingin saat musim hujan," kata Kepala BPBD Kota Ternate, Hasyim Yusuf di Ternate, Jumat (5/10) dikutip Antara.
Letusan Gunung Gamalama itu langsung diantisipasi BPBD dan pemerintah kecamatan setempat dengan membagikan masker ke warga di Ternate Barat terutama tiga kelurahan, di antaranya yang paling besar dampaknya adalah Kelurahan Takome, Loto dan Togafo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterangan resmi Kementerian ESDM Badan Geologi PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama menyatakan bahwa status Gunung Gamalama saat ini Level II (Waspada) dengan rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Gamalama, pengunjung, dan wisatawan tidak beraktivitas di dalam radius 1.5 KM dari kawah puncak Gunung Gamalama.
Meski demikian, status Gunung Gamalama belum perlu dinaikkan karena situasi masih memadai untuk erupsi saat ini. Karena itu, Hasyim mengimbu masyarakat tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa karena status Gunung Gamalama belum perlu dinaikkan.
Dia juga meminta masyarakat untuk mencari informasi dari sumber terpercaya serta tidak menyebarkan kabar yang dapat membuat resah.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama, Darno Lamane mengatakan abu vulkanik dari erupsi Gunung Gamalama terbawa angin ke arah barat laut dan jatuh di wilayah Kecamatan Ternate Barat dan Pulau Ternate.
Walaupun Gunung Gamalama erupsi, statusnya masih tetap waspada level II, namun terus dilakukan pengamatan untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik gunung itu.
Darno mengatakan, perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Gamalama sudah menunjukkan peningkatan sekitar pukul 10.00 WIT dan pada pukul 11.52 WIT terjadi erupsi. (osc/dea)