Atas dugaan itu, ia mendesak kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut secara lebih luas, tidak hanya sebatas pada unsur-unsur pasal pidana yang dipersangkakan.
"Lebih jauh dari itu diharapkan menyelidiki kasus ini dalam spektrum yang lebih luas, yakni ada tidaknya penerapan teknik propaganda ala Rusia yang dikenal sebagai firehose of the falsehood," ujar Arsul dalam pesan singkat, Jumat (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuan dari teknik itu untuk mendapat keuntungan politik sekaligus menjatuhkan posisi politik lawannya.
Tak hanya menimbulkan ketakutan publik, politisi PPP ini menyebut pola propaganda tersebut juga disertai dengan teknik playing victim.
Ia berkata teknik itu membuat publik berpandangan bahwa pelaku adalah korban yang teraniaya oleh satu pihak yang biasanya diasosiasikan dengan kelompok penguasa.
"Teknik propaganda tersebut merupakan salah satu sumber pengembangan hoaks dan ujaran kebencian," ujar Arsul.
Lebih dari itu, ia menyatakan untuk memerangi hoaks dan ujaran kebencian hanya bisa dilakukan lewat penyelidikan yang secara luas oleh kepolisian.