"Ya Insya Allah dengan adanya selawat bisa mendinginkan bangsa ini dan memang janjinya Allah seperti itu. Kalau toh sekarang ini lebih menghangat, Insya Allah dengan adanya shalawat dimana-mana akan mendamaikan akan mendinginkan apapun permasalahan bangsa ini," kata Hadad usai bertemu Ma'ruf, di Rumah Situbondo, Jakarta, Sabtu (6/10).
Namun, Hadad mengklaim tak membahas kepentingan Pilpres 2019 saat bertemu dengan mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu. Dia menyatakan hanya membicarakan acara selawatan yang kemungkinan akan digelar di pesantren-pesantren sejumlah daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadad mengatakan kerap menghadiri selawat bersama Ma'ruf di sejumlah wilayah. Menurutnya, acara selawatan ini memang paling rutin dihelat di sejumlah pesantren. Hadad mengaku sudah dua bulan tak berjumpa dengan Ketua MUI itu.
Sebelum menerima kunjungan Hadad, Ma'ruf lebih dahulu menerima sejumlah habib dan ulama. Para habaib dan ulama ini melakukan diskusi tertutup dengan Ma'ruf. Usai bertemu, mereka pun menyatakan dukungan pada pasangan nomor 01, Jokowi-Ma'ruf.