"Pemerintahan di sana sudah mulai jalan. Pagi tadi sudah apel," kata Ketua Subsatgas Dalam Negeri Pendampingan Gempa Sulawesi Tengah Laksamana Muda A Jamaluddin di Jakarta, Senin (8/10).
Indikasinya, selain apel aparatur pemerintah, lanjutnya, ialah, pertama, pelayanan surat kependudukan yang sudah berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, kata dia, jumlah korban meninggal dalam musibah itu mencapai 1.944 orang. Sebanyak 885 di antaranya sudah dimakamkan secara massal.
Pemakaman massal korban gempa dan tsunami Palu, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati) |
Ketiga, jaringan komunikasi hampir 100 persen. Sementara, Donggala baru mencapai 52,5 persen.
Keempat, ketersediaan BBM pun sudah semakin baik. Menurut Jamaluddin, sudah ada 27 SPBU yang beroperasi di empat kota. Itu juga dibantu dengan sembilan unit mobil BBM yang memiliki dispenser.
Keenam, 14 rumah sakit umum dari 33 RSU yang ada sudah beroperasi. Kegiatannya mencakup operasi ringan dan rawat jalan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menambahkan bahwa daerah-daerah yang masih terisolasi tetap tersentuh oleh pelayanan kesehatan.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Selain itu, kata Willem, pembelajaran juga sudah berangsur normal. Namun, itu masih dilakukan di 240 tenda dan terkendala trauma.
"Untuk pendidikan, Kemendikbud sudah minta murid-murid masuk, tapi masih ada kendala guru-guru masih trauma, termasuk orang tua yang tidak mengizinkan anaknya," tutur dia.
"Dalam seminggu akan diselesaikan, sehingga normal kembali, kehidupan sehari-hari masyarakat di sana. Memang problem-problem ini baru sehari dua hari, sehingga semuanya kaget, syok, memang harus kita selesaikan," kata Jokowi di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Senin (1/10).
(fhr/arh)
Pemakaman massal korban gempa dan tsunami Palu, beberapa waktu lalu. (
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi