Cak Imin: Pemilih Prabowo Pindah ke Jokowi karena Hoaks Ratna

Tim, CNN Indonesia | Senin, 08/10/2018 16:16 WIB
Cak Imin: Pemilih Prabowo Pindah ke Jokowi karena Hoaks Ratna Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyebut pemilih Prabowo akan berpindah Jokowi karena kasus Ratna Sarumpaet. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meyakini insiden kebohongan aktivis Ratna Sarumpaet dapat berakibat perpindahan pemilih calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ke nomor urut 01 Joko Widodo.

"Kami yakini sepenuhnya peristiwa RS ini betul-betul akan memindahkan pemilih Prabowo ke Jokowi," kata Muhaimin alias Cak Imin di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (8/10).

Cak Imin pun bersyukur hasil survei terakhir SMRC menunjukkan lonjakan tajam elektabilitas Jokowi dari Prabowo. Hal itu diklaim merupakan hasil konsolidasi kalangan Nahdliyin di Jawa dan Banten.

"Pasti yang selama ini kemana-mana akan balik kandang, apalagi dari peristiwa RS itu pukulan telak yang akan membawa fakta bahwa pilihan bergeser ke Pak Jokowi," katanya.


Sementara itu, menanggapi survei SMRC yang menyebutkan cawapres Ma'ruf Amin belum menambah elektabilitas Jokowi, dia mengatakan pihaknya bakal menyiapkan langkah-langkah khusus.

Salah satunya, kata dia, mengeksplorasi kompetensi yang dimiliki Ma'ruf yaitu di bidang ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia. Hal ini akan digenjot dalam beberapa pekan mendatang.

"Selama ini ahli ekonominya kurang di-eksplore. Beliau kan ahli ekonomi. Kiai Ma'ruf ahli di bidang SDM juga belum kami eksplore," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai kubu Prabowo Subianto menjadi pihak paling terkena dampak negatif atas kebohongan Ratna Sarumpaet soal penganiayaan yang menimpanya.

Prabowo dinilai akan kesulitan mendulang suara dari kalangan masyarakat yang belum menentukan pilihan atau undecided voters dan pemilih yang belum ajek mendukung Joko Widodo (Jokowi) atau swing voters.

"Citranya menjadi nengatif. Ini mempersulit Prabowo meraih suara dari mereka yang belum menentukan pilihan," kata Djayadi di kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/10). (swo/sur)