"Laskar yang sudah siap mengawal beliau ada 500-an. Itu belum termasuk simpatisan, dan alumni yang langsung datang tanpa konfirmasi," kata Slamet di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/10).
Slamet mengatakan, keinginan PA 212 dan para simpatisan untuk mengawal Amien lantaran pihaknya tak ingin ada tokoh dan ulama yang dikriminalisasi. Amien, menurut Slamet, sama sekali tak bersalah terkait kasus yang kini menimpa Ratna Sarumpaet.
"Pak Amien adalah marwah kami karena beliau juga tokoh yang bergerak di aksi bela islam sampai dengan 212. Jadi sekali lagi, perlu kami tegaskan kami gerakan 212 tidak pernah akan membiarkan lagi ada ulama dan tokoh nasional yang coba-coba akan di kriminalisasi," kata Slamet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru setelah itu kami berjalan ke Polda, kami akan tunggu dan dampingi Pak Amien hingga pemeriksaan beliau selesai," katanya.
"Kita pastikan setelah pemeriksaan Pak Amien akan pulang ke rumahnya," kata dia.
"Sudah ada 300-an advokat yang siap mengawal untuk kasus ini, siapa-siapanya pokoknya banyak," kata dia.
Sementara itu, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut pihaknya tak pernah meminta atau memaksa PA 212 untuk mengawal pemeriksaan Amien Rais. Kata dia, semuanya murni kemauan sendiri.
"Kami tidak meminta, sama sekali. Kami tidak mengajak. Tapi memang kemauan sendiri, atas dasar tak ingin penasehat, orang yang dituakan dikriminalisasi, kami juga di Muhamadiyah tentu akan melakukan hal yang sama," katanya.
(tst/ugo)