Hidayat mempertanyakan hal ini lantaran Ratna menurutnya pernah menjadi pendukung Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, pada Pilgub DKI Jakarta 2012.
"Saya juga agak aneh ya, kok dia masuk menjadi timses, karena kan kalau ukurannya dengan koalisi PKS dan Gerindra melalui Pilgub di DKI, lah kan beliau [Ratna] pendukung Ahok," ujarnya, di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (8/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Hidayat mengklaim tidak mengetahui proses Ratna bisa menjadi juru kampanye nasional Prabowo-Sandi. Dia menilai hal itu merupakan keputusan pimpinan partai koalisi.
Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) dengan rompi tahanan, di Jakarta, Jumat (5/10). (ANTARA FOTO/Reno Esnir) |
"Jadi pelajaran serius bagi tim Prabowo untuk memastikan ke depannya akan lebih hati-hati dan steril lagi," jelasnya.
Ratna Sarumpaet telah mengajukan pengunduran diri dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno usai mengakui kebohongannya soal penganiayaan.
Polemik dukungan Ratna terhadap Jokowi-Ahok pada Pilkada 2012 pun diangkat oleh para pendukung Prabowo-Sandi di media sosial.
Namun, para pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin pun melakukan kontra-opini dengan memunculkan foto Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang memakai baju kotak-kotak dan mendukung pasangan Jokowi-Ahok.
[Gambas:Twitter]
(arh/sur)
Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) dengan rompi tahanan, di Jakarta, Jumat (5/10). (