Hal tersebut disampaikan usai Ical menggelar makan malam bersama dengan TKN Jokowi-Ma'ruf di kediamannya di Jakarta, Senin (8/10).
Menurutnya, pertemanan keduanya harus dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan perbedaan di antara kubu Jokowi-Ma'ruf dengan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada yang kurang baik dari kubu kita (Jokowi-Maruf), biar Sandi yang beri tahu pada Erick," ujarnya.
"Seperti yang disampaikan Pak Jokowi sendiri, ini bukan peperangan. Ini suatu kontestasi yang membutuhkan satu keamanan. Kita mesti bersahabat," ujar Ical.
Selain soal pertemanan Erick dan Sandiaga, Ical mengaku sempat membahas soal Undang-Undang Dasar 1945 dengan TKN Jokowi-Maruf. Ia menilai perlu ada penataan kembali terhadap UUD 1945.
"Kita melihat masa lalu dan di masa yang akan datang. Tetapi saat ini memang punya tugas masing-masing," ujar Erick.
Terkait dengan acara pertemuan antara TKN dengan Ical, ia memandang Ketua Dewan Pembina Partai Golkar itu sebagai seorang mentor. Ia juga menyebut pertemuan tersebut sebagai bukti soliditas dalam TKN Jokowi-Maruf.
Lebih dari itu, ia menegaskan akan bekerja profesional di dalam TKN agar sesuai dengan arahan Jokowi. (panji/has)