Hal ini menanggapi kritik dari sejumlah pihak soal dana gelaran pertemuan itu yang dinilai terlalu besar. Padahal, menurut JK, sebagian besar biaya itu digunakan untuk perbaikan infrastruktur di Pulau Dewata.
"Itu ya kalau masa kampanye apa saja salah kan. Tapi biaya itu dianggarkan kurang lebih Rp800 miliar, sebagian besar untuk infrastruktur di Bali, jalan underpass, perbaikan bandara," ujar JK, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (9/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi selain untuk acara-acara, ya dibayar sendiri oleh yang datang. Asian Games itu kan semua kita bayarkan. Kalau ini orang-orang kaya datang, masa kita biayai? Kan tidak," cetusnya.
Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengkritisi pertemuan tahunan tersebut. Ia mengklaim zaman SBY, Ketua Umum Partai Demokrat, menjabat sebagai presiden tak pernah menghamburkan uang negara untuk sebuah acara.
Pertemuan Tahunan Dewan Gubernur IMF-Bank Dunia merupakan acara yang mempertemukan para pembuat kebijakan di sektor keuangan, pelaku bisnis, akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan media dari 189 negara.
(pris/arh)