Karenanya, dia tidak menginginkan banyak yang berkomentar, tetapi tidak tahu kondisi lapangannya seperti apa.
"Gempa seperti ini memerlukan waktu untuk masuk dan normal kembali. Jangan sampai banyak yang berkomentar tapi enggak ngerti di lapangan," kata Jokowi di Pondok Gede, Rabu (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan mendesak-mendesak, ini mendesak, kondisi lapangan berbeda dengan yang kita bayangkan," ucap dia.
Jokowi mengingatkan jajaran pemerintah daerah, provinsi, termasuk kepolisian di Sulteng untuk tetap bekerja maksimal terhadap penanganan korban bencana alam yang sudah menewaskan 2.010 jiwa itu.
"Pelayanan belum maksimal iya, karena juga banyak keluarga mereka jadi korban. Kepolisian Palu semangat di awal, drop karena lebih dari 200 terseret tsunami dan baru ketemu 30," kata dia.
Jokowi juga menjelaskan perkembangan terkini penanganan seperti listrik yang sudah beroperasi 70 persen, dari sebelumnya hanya dua gardu yang beroperasi. BBM pun masuk dan mulai memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Saya kira kecepatan seperti itu harus kita apresiasi yang mengerjakan di lapangan, mengoperasikan lagi tiang roboh, membetulkan kabel yang terputus, kerja berat tanpa peralatan memadai karena memang dikerjakan manual," tuturnya. (chri/osc)