"Ya itu kan bukan hal yang kebetulan, tiba-tiba muncul menjelang dan sebaga bagian dari drama Ratna Sarumpaet itu," kata Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Hasto Kristiyanto, saat ditemui di kediaman Ma'ruf Amin, Menteng, Jakarta, Rabu (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ronald dan Harun diketahui telah dipulangkan ke Polri tahun lalu meski tak disebutkan karena perusakan barang bukti.
Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani, di kantor Setkab, Jakarta, Senin (7/5). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
Terpisah, Juru Bicara TKN Joko Widodo-Maruf Amin, Arsul Sani, meragukan kredibilitas dokumen yang dipublikasikan oleh IndonesiaLeaks itu. Sebab, tidak ada pihak yang mempertanggungjawabkan dokumen tersebut.
Ia justru mendesak KPK melakukan verifikasi terhadap dokumen tersebut agar memiliki kepastian hukum. Sebab, ia khawatir dokumen lain disalahgunakan oleh pihak berkentingan.
Desakan Mundur
Arsul juga mempertanyakan dasar desakan dari Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais agar Presiden Joko Widodo mencopot Kapolri Tito Karnavian dari jabatannya karena diduga terlibat dalam skandal 'Buku Merah'.
Politikus PAN Amien Rais, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Lebih lanjut, Arsul menjelaskan pejabat negara seperti Tito hanya bisa mundur atau dipecat dari jabatannya jika terbukti bersalah di pengadilan.
"Paling cepat kalau sudah jadi tersangka. Lah ini kan baru disebut dalam sebuah dokumen yang kita tidak tahu persis siapa yang membuat dokumen itu," kata Arsul yang juga Sekjen PPP itu. (arh/sur)
Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani, di kantor Setkab, Jakarta, Senin (7/5). (
Politikus PAN Amien Rais, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10). (