Gempa Jatim Terasa hingga Bali, Delegasi IMF-WB Tak Waswas

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 09:41 WIB
Gempa Jatim Terasa hingga Bali, Delegasi IMF-WB Tak Waswas Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia. Pertemuan tahunan itu digelar di kawasan Nusa Dua, Bali. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Nusa Dua, Bali, CNN Indonesia -- Para delegasi pertemuan tahunan negara-negara anggota Dana Moneter Internasional (Annual Meeting Interntional Monetary Fund-World Bank/AM IMF-WB) 2018 di Nusa Dua, Bali tampak tidak khawatir dengan guncangan gempa Jatim berkekuatan 6,3 SR yang terasa hingga Pulau Dewata pada Kamis (11/10) dini hari.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), getaran gempa yang terjadi di laut itu paling kuat terasa di Kabupaten Sumenep dan Situbondo, Jawa Timur. Meski begitu, intensitas gempa pun dirasakan hingga Bali sampai Lombok.


Chris (45), delegasi dari Kanada mengaku tidak merasa ada guncangan gempa pada dini hari tadi karena telah pulas tertidur. Dia pun baru mendengarkan informasi gempa yang episentrumnya 55 km dari Situbondo itu saat mulai beraktivitas pagi tadi.


"Saya tidak merasakan, tapi saya mendengar dari sesama rekan delegasi telah terjadi gempa. Saya rasa ini tidak perlu dikhawatirkan karena pusat gempa bukan di sini," ujarnya kepada CNNIndonesia.com di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Di sisi lain, menurut dia, sekalipun ada gempa susulan dan berada di Bali, ia mengaku tetap tidak khawatir. Pasalnya, ia mendengar Indonesia memang negara yang mudah diguncang gempa dan percaya pada upaya mitigasi serta penanggulangan gempa di Indonesia.

"Saya sudah dengar beberapa waktu lalu terjadi gempa di Indonesia, bahkan gempa dan saya dengar. Semua pihak menganggap Indonesia bisa mengatasinya. IMF dan World Bank juga mengatakan demikian," kata dia.

Serupa Chris, Ana Yaroslav (38) yang merupakan delegasi dari Rusia mengaku tak merasakan getaran gempa pula semalam. Dan, serupa Chris, Ana pun menyatakan tidak khawatir.

"Sebelum ke Bali, saya sudah tahu dan merasa semua tetap akan baik-baik saja walau sudah terjadi gempa dan masih akan terjadi gempa," ucapnya.


Sekalipun akan terjadi gempa susulan, ia menilai panitia acara perlu segera mengomunikasikan langkah-langkah yang harus dilakukan para tamu dan delegasi dari negara-negara lain untuk proses evakuasi.

"Saya rasa tidak khawatir bila harus dilakukan evakuasi dan lainnya," kata dia.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian AM IMF-WB 2018 Susiwijono mengatakan panitia nasional akan segera memberikan keterangan resmi mengenai gempa Jatim pada pukul 11.00 Waktu Indonesia bagian Tengah (Wita) di Nusa Dua, Bali. Pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia itu sendiri rangkaian acaranya digelar di Nusa Dua, Bali, kurun waktu 8-14 Oktober 2018.

Berdasarkan rilis dari BMKG, gempa 6,3 SR yang terjadi dini hari tadi terjadi di laut pada kedalaman 12 km, dengan jarak 55 km di arah timur laut Kota Situbondo, Jatim.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Laut Bali ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik," demikian keterangan BMKG.

Berdasarkan analisis peta gempa Jatim, intensitas gempa dirasakan III-IV MMI di Denpasar, III MMI di Karangkates, III MMI di Gianyar, III MMI di Lombok Barat, III MMI di Mataram, III MMI di Pandaan.

(uli/kid)