Bamsoet Bela Tito soal Dugaan Aliran Dana Basuki Hariman

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 19:32 WIB
Bamsoet Bela Tito soal Dugaan Aliran Dana Basuki Hariman Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPR Bambang Soesatyo membela Kapolri Jenderal Tito Karnavian soal dugaan aliran dana dari Basuki Hariman yang terungkap melalui hasil investigasi Indonesialeaks.

Bambang meminta Tito dan Polri tetap fokus bekerja dan tidak perlu larut dengan isu tersebut.

"Kapolri Tito Karnavian dan jajarannya tak perlu menghabiskan banyak energi menanggapi isu ini. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh Polri," kata Bambang alias Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10).


Berdasarkan keterangan Mabes Polri, kata dia, Basuki Hariman sudah mengakui tidak ada dugaan aliran dana ke Tito saat menjabat Kapolda Metro Jaya.

Selain itu, lanjut Bamsoet, pimpinan KPK juga sudah menegaskan tidak bisa melanjutkan isu dugaan aliran dana lebih lanjut karena tidak ada bukti yang kuat.
Bamsoet Bela Tito soal Dugaan Aliran Dana Basuki HarimanKetua DPR Bambang Soesatyo (tengah) bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

"Basuki Hariman juga sudah menjalani persidangan. Dalam persidangan, tidak ada fakta hukum yang menguatkan kebenaran isu tersebut. Bahkan yang bersangkutan sudah menjalani proses hukum sebagaimana ketentuan perundang-undangan" kata Bamsoet.
Bamsoet menyebutkan isu tidak sedap yang menimpa Tito merupakan konsekuensi yang harus dihadapi sebagai seorang pejabat publik. Namun, isu ini kata dia harus dijadikan pelecut semangat.

Untuk itu, Bamsoet meminta agar Polri fokus untuk pengamanan berbagai even internasional seperti Asian Para Games 2018, Annual Meeting IMF-World Bank di Bali, Natal dan Tahun Baru 2019, serta pengamanan Pemilu 2019.

"Jangan sampai isu ini membuat semangat Polri mengendur," kata politikus Golkar ini.

Berdasar hasil penelusuran Indonesialeaks, buku catatan dugaan aliran dana Basuki Hariman ke Tito diduga sengaja dirobek dua penyidik KPK asal Polri.

Perobekan itu diduga untuk menghapus jejak keterlibatan Tito yang saat itu masih menjabat Kapolda Metro Jaya.

Seluruh tulisan dan tudingan Indonesialeaks tersebut telah dibantah Mabes Polri.
(bmw/ugo)