Prabowo Ingin Tentara Diperkuat untuk Hadapi Bencana

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 22:25 WIB
Prabowo Ingin Tentara Diperkuat untuk Hadapi Bencana Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan Indonesia mesti memiliki tentara yang kuat. Baik Angkatan Darat, Laut maupun udara.

Menurutnya, angkatan tentara yang kuat dapat membuat pemberian bantuan terhadap korban bencana menjadi lebih cepat.

"Kalau ada bencana, kita bisa cepat kerahkan bantuan ke rakyat di mana pun," kata Prabowo dalam Rakernas Lembaga dakwah Islam Indonesia (LDII) di pondok pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta, Kamis (10/11).


Prabowo tidak menjelaskan secara rinci yang dimaksud dengan tentara kuat untuk menghadapi bencana.
Prabowo Ingin Tentara Diperkuat untuk Hadapi BencanaPrajurit TNI di lokasi gempa Palu.(Dok. Puspen TNI)
Prabowo hanya mengatakan Indonesia adalah negara yang rentan bencana, khususnya gempa bumi, sehingga mesti siap diguncang gempa setiap saat. Hal itu dikarenakan Indonesia memiliki banyak gunung berapi.

Kata Prabowo, siapapun yang memimpin Indonesia mesti menyiapkan diri untuk menghadapi bencana. Salah satunya dengan memperkuat Tentara Nasional Indonesia semua matra.

"Harus ada cadangan yang besar," kata Prabowo.
Indonesia diguncang bencana gempa bumi dalam rentang waktu yang berdekatan. Gempa pertama terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kemudian, Palu, Sulawesi Tengah.

Kedua gempa tersebut mengakibatkan banyak kerusakan sehingga banyak warga kehilangan tempat tinggal. Korban jiwa dan luka pun tidak sedikit.

Lombok dan Palu Belum sepenuhnya pulih, gempa bumi kembali terjadi di Situbondo, Jawa Timur, Kamis (11/10).

TNI telah menerjunkan ribuan personel untuk membantu korban gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan hingga Kamis (11/10) sebanyak 7.107 anggota TNI diterjunkan membantu evakuasi korban. BNPB merinci jumlah tersebut terdiri dari Mabes TNI 60 orang, TNI AD 3.902 orang, TNI AL 2.147 orang dan TNI AU 998 orang.
(bmw/ugo)