"Saya kemarin ditanyai apakah Gunung Salak meletus, tetapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberi informasi bahwa Gunung Salak terlihat jelas, tidak ada abu vulkanik seperti yang dikabarkan," kata Sutopo dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (11/10).
Sebelumnya, Gunung Salak dikabarkan erupsi pada Rabu (10/10). Darwin Volcanic Ash Advisory (VAAC) dalam situsnya mengatakan abu vulkanik mungkin akan menganggu penerbangan pesawat terbang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PVMBG juga melaporkan pada BNPB bahwa cuaca di sekitar gunung cerah, angin berhembus lemah ke arah selatan dan utara. Suhu di sekitar 22-29 derajat Celcius dengan kelembapan 92 persen.
Lihat juga:PVMBG Bantah Gunung Salak Erupsi |
"Berdasarkan data-data di atas dapat disimpulkan bahwa hingga saat ini Gunung Salak tidak mengalami erupsi. Gunung Salak saat ini masih berada tingkat aktivitas Level I (Normal)," ujar Sutopo.
Atas dasar itu, Sutopo mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak termakan dengan kabar maupun informasi sumir mengenai Gunung Salak.
"Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya," pungkasnya. (kst/osc)