Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pernyataan tertulis mengatakan, sebanyak 11 titik longsor yang awalnya menutup beberapa ruas jalan di Mandailing Natal sudah dapat diatasi setelah alat berat dikerahkan.
Dari 17 korban jiwa yang telah dievakuasi hingga Sabtu malam lalu, adalah 3 orang pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis, dan 2 orang yang kecelakaan mobil masuk ke Sungai Aek Batang Gadis saat banjir. Sisanya merupakan 12 anak yang tak bisa selamat kala banjir bandang menghantam SD Negeri 235 Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Punkut, Mandailing Natal. Di sekolah tersebut kala itu terpantau ada 29 anak sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dikutip dari Antara, Camat Ulu Pungkut, Muhammad Johan Lubis menyebutkan, dari pengakuan saksi mata banjir bandang itu berlangsung cepat sehingga para siswa yang belajar di Madrasah yang kebetulan berada di pinggiran Sungai Siladi itu banyak yang tidak bisa menyelamatkan diri.
Banjir bandang juga menyebabkan 12 rumah hanyut dan rusak total, 9 rumah rusak berat dan 3 bangunan fasilitas umum rusak berat di Desa Muara Saladi.
Johan Lubis mengatakan akibat peristiwa tersebut sebanyak 75 kepala keluarga terpaksa diungsikan ke kantor Lurah Ulu Pungkut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.