Johannes merupakan pendiri Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Ia juga berkecimpung dalam Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Sementara itu, Mohammad Nasir seorang ulama, pendiri sekaligus pemimpin Partai Masyumi.
"Para pendiri bangsa telah memberikan keteladanan yang luhur. Lihat Johannes Leimena dan Mohammad Natsir. Mereka bersahabat, tidak saling mencela, mencemooh. Ini keteladanan yang harus diambil," kata Jokowi, Senin (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi berpendapat pesan ini perlu disampaikan sebab tahun politik sudah dimulai baik Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg). Masyarakat akan terlibat penuh dalam kontestasi lima tahunan sekali ini.
"Memang kontestasi akan diikuti kompetisi dan rivalitas. Tapi tidak boleh saling menjatuhkan, menimbulkan kegaduhan, kebencian, dan saling memfitnah dan menimbulkan saling kerusakan," tutur mantan Wali Kota Solo ini.
"Dilihat rekam jejak, track record. Jangan saling mencela, memaki, itu buka tata krama Indonesia, bukan etika Indonesia," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini. (chri/osc)