Kata Heski, peristiwa itu terjadi Senin (15/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Kala itu, ia mengaku tengah berbincang dengan Wenny. Bahkan, dia sempat meminta Wenny tiara saat peluru melesat.
"Lagi asyik ngobrol dengan Pak Wenny Warouw tiba-tiba sudah ada tembakan," ujar Heski di Gedung Nusantara I, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia bercerita peluru datang dari kaca yang ada di sebelah kirinya dan langsung menembus plafon. Peluru tersebut diklaim melintas beberapa sentimeter dari kepalanya hingga menyebabkan telinganya berdengung kencang.
"Saya langusung bilang, Pak Jenderal tiarap, tiarap, tiarap. Ini tembakan!" ujarnya.
Ia juga menyebut Wenny sempat menghubungi Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengawal kejadian tersebut. Wenny merupakan mantan anggota Polri sebelum menjabat sebagai anggota DPR.
Heski menduga tembakan sudah direncanakan. Sebab, ia melihat peluru yang digunakan bukan merupakan peluru latihan menembak yang ada di lapangan tembak Perbakin dekat Gedung Nusantara I DPR.
"Pelurunya kayak gede ini. Kaliber itu," ujar Heski.
Hingga berita ini diturunkan, Kepolisian tengah melakukan identifikasi. Sejumlah polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kejadian.