Masyarakat juga diminta untuk melakukan pengecekkan. Tanggal 17 Oktober merupakan puncak Gerakan Melindungi Hak Pilih yang dicanangkan KPU.
"Kami berharap bisa berkenan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden mau datang tanggal 17 Oktober mengecek data dirinya ke kantor desa/kelurahan masing-masing," tutur Komisioner KPU Viryan Aziz di kantornya, Senin (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, kata Viryan, puncak kegiatan jatuh pada 17 Oktober atau Rabu pekan ini. KPU mengajak seluruh penyelenggara pemilu, unsur pemerintah daerah, serta tim kampanye capres-cawapres datang ke kantor desa/kelurahan untuk mengecek DPT.
Capres-cawapres, pengurus partai, anggota tim kampanye atau masyarakat secara umum yang tidak menemukan namanya dalam DPT di kantor desa/kelurahan dapat menghubungi petugas KPU.
"Kalau belum terdaftar bisa segera menghubungi petugas kami yang ada di desa/kelurahan," ucap Viryan.
Viryan mengklaim KPU telah membentuk posko layanan pemilih sebanyak 70.855 titik. Semuanya tersebar di kantor desa/kelurahan seluruh wilayah Indonesia. Posko tersebut yakni melayani masyarakat yang ingin melakukan pengecekkan DPT.
"Kecuali Sulteng masih fokus kepada penanganan tanggap darurat bencana," kata Viryan.