Ia menyatakan pihaknya sengaja membuka rekening tersebut untuk mendorong partisipasi, transparansi sekaligus sebagai tanda bahwa Jokowi-Ma'ruf terbebas dari segala bentuk mahar politik
"Kekuatan Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf terletak pada kekuatan gotong royong yang ditandai dengan besarnya partisipasi publik dan membangun proses kampanye hingga hari H pencoblosan bebas dari politik mahar 1 triliun," kata Wahyu di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (16/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wahyu melanjutkan pihaknya optimis pembukaan rekening dana kampanye bisa meningkatkan partisipasi masyarakat menyumbang bagi pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.
KPU sendiri merinci sumbangan yang berasal dari perorangan, jumlah sumbangannya dibatasi maksimal Rp2,5 miliar. Untuk sumbangan dari kelompok, organisasi atau badan usaha non pemerintah, hanya diperbolehkan menyumbang maksimal hingga Rp 25 Miliar.
Selain itu, Wahyu turut merinci alokasi dana gotong royong itu akan dipakai untuk berbagai keperluan logistik kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres. Semisal digunakan untuk manajemen tim pemenangan, alat peraga kampanye, komunikasi politik melalui media cetak, televisi, online dan sosmed serta pergerakan teritorial seluruh elemen pemenangan.
"Antusiasme publik ini kami respons dan sebagai bagian peningkatan kualitas demokrasi," tutur dia.
Ia pun menegaskan seluruh pendanaan kampanye tersebut berasal dari sumber-sumber yang jelas dan tak berasal dari organisasi kriminal atau dari sumbangan luar negeri.
"Sudah ada ketentuan setiap siapa yang nyumbang harus jelas ada NPWP dan bukan dana dari hasil gak baik seperti korupsi dan lain-lain. Untuk itu setiap penyumbang akan kita teliti," kata dia. (rzr/wis)