Dahnil mengaku beberapa kali menerima laporan dari pimpinan cabang di daerah-daerah yang mengaku sempat didatangi aparat. Polisi bahkan berani mengarahkan agar anggota PP Muhammadiyah mau mengangkat pemimpin baru dalam muktamar nanti yang mendukung pasangan calon presiden tertentu.
"Saya beberapa hari ini mendapat laporan pimpinan PP muhamadiyah di beberapa daerah didatangi polisi, pertanyaannya kapan muktamar, siapa yang akan jadi Ketua PP Muhammadiyah. Pertanyaan saya, apa urusan polisi nanya hal itu," kata Dahnil di Gedung Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi belum merespons atau mengklarifikasi tudingan Dahnil tersebut.
Dahnil Anzar berencana menyurati Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengadukan dugaan intervensi muktamar Pemuda Muhammadiyah. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
Dahnil mengatakan PP Muhammadiyah adalah organisasi netral yang tak akan menunjukan pilihan politiknya. Jika pun dia akhirnya bergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu adalah pilihannya sebagai pribadi, bukan sebagai Ketua PP Muhammadiyah.
Dahnil mengaku akan segera berkirim surat kepada Kapolri Tito terkait dugaan intervensi bawahannya itu. Dahnil akan bertanya langsung soal kejadian yang dilaporkan oleh beberapa ketua cabang PP Muhamadiyah di daerah.
"Secara institusional akan kirim surat kepada Pak Kapolri apakah betul ada perintah itu. Jangan sampai ada upaya politisasi. Dan juga apakah ada upaya kepolisian dukung salah satu calon di muktamar. Karena ini unik," katanya.
Muktamar Pemuda Muhammadiyah merupakan kegiatan permusyawaratan tertinggi dalam organisasi Pemuda Muhammadiyah yang digelar empat tahun sekali.
Dalam kegiatan tersebut akan dipilih Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Periode 2018-2022 yang akan menggantikan posisi Dahnil yang sudah menjabat sejak 2014 lalu. Tahun ini, rencananya Muktamar akan digelar pada 25 hingga 28 November 2018 mendatang. (tst/gil)
Dahnil Anzar berencana menyurati Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengadukan dugaan intervensi muktamar Pemuda Muhammadiyah. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)