Totok mengaku tengah berada di luar negeri saat peristiwa peluru nyasar itu terjadi. Ia menerima informasi adanya peluru nyasar dari stafnya saat hendak kembali ke Indonesia.
"Dari tadi pagi sudah tahu saya. Kemarin sudah di Whatsapp. Saya kan baru datang tadi malam," ujar Totok saat dihubungi, Rabu (17/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu diduga peristiwa dua hari lalu itu tidak hanya di dua tempat itu. Tapi ini ditemukan lagi dua kan, yang satu di ruangan aku dan satu lagi di lantai 1003, itu satu baris," ujarnya.
"Sehingga melepas ke atas pelurunya tidak tahu kemana," ujar Totok.
"Karena ini menyangkut lembaga DPR, tempat yang staregis dan dilindungi negara jadi kepolisian harus mengungkap dengan jelas, mengumumkan secara transparan kepada masyarakat latar belakang dari peluru nyasar ini apa," ujarnya.
Lebih dari itu, ia meminta pengamanan lapangan tembak Senayan dan penggunaan senjata latihan tembak juga diperketat agar peluru nyasar tidak terulang kembali. (jps)