Dalam data versi LBH Jakarta tertulis bahwa lokasi itu digusur pada tanggal 2 Mei 2018 dengan jumlah orang sebanyak 20 kepala keluarga (KK).
Hal itu diketahui saat CNNIndonesia.com mengecek satu dari 91 titik lokasi penggusuran yang diungkap oleh LBH Jakarta, yakni di Jalan Teladan RT 17/RW 02, Karet, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak ada [penggusuran] di sini. Terakhir itu penggusuran tahun 90-an," kata dia, kepada CNNIndonesia.com, di lokasi, Rabu (17/10).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat mengaku tidak akan menggusur warga, hanya menggeser, terkait normalisasi/naturalisasi sungai. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati) |
"Ada memang satu rumah [milik] Pak Marijon, sempat dirobohkan bangunannya, karena mungkin belum memiliki izin bangunan," ujar dia.
"Namun, habis itu langsung cepat penuhin surat-suratnya. Satu bulan kemudian dibangun kembali dan jadi rumah kos-kosan," lanjut Aas.
Pengacara Publik LBH Jakarta Charlie Al Bajili membenarkan bahwa data tersebut merupakan data penggusuran rumah kos-kosan.
"Itu pembongkaran kosan untuk penertiban IMB [Izin Mendirikan Bangunan]," katanya kepada CNNIndonesia.com.
Salah satu penggusuran yang dilakukan oleh Satpol PP DKI Jakarta di kawasan yang terkena proyek normalisasi Sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta, 28 September 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Sebelumnya, LBH Jakarta merilis data 91 titik penggusuran yang dilakukan di zaman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan per tanggal 16 Oktober 2017 hingga 30 September 2018.
Saat dikonfirmasi, Anies kemudian menantang wartawan untuk mengeceknya secara langsung.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat mengaku tidak akan menggusur warga, hanya menggeser, terkait normalisasi/naturalisasi sungai. (
Salah satu penggusuran yang dilakukan oleh Satpol PP DKI Jakarta di kawasan yang terkena proyek normalisasi Sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta, 28 September 2016. (