Perempuan kelahiran Yogyakarta itu terbukti melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Dalam amar putusan yang dibacakan Hakim Ketua Iswahyu Widodo, jika Roro Fitria tidak sanggup membayar denda, maka ia akan dipidana penjara tiga bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, menurut pertimbangan penasihat hukum, dua pasal tersebut tidak tepat dikenakan pada Roro Fitria.
Pihak penasihat hukum mengatakan dakwaan seharusnya berpijak pada Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No.35/2009. Walau demikian, majelis hakim tidak sependapat dengan penasihat hukum Roro, karena sesuai aturan KUHAP, isi putusan harus berlandaskan surat dakwaan.
"Majelis hakim juga menimbang pendapat penasihat hukum tidak tepat, karena pasal 112 dan pasal 114 dengan pasal 127 bukan aturan sejenis. Tidak hanya itu, menurut majelis hakim tidak ada alasan untuk rehabilitasi karena dalam urin, darah, dan rambut tidak ada unsur narkotika," sebut hakim anggota, Achmad Guntur.
Ia menegaskan syarat untuk rehabilitasi adalah barang bukti yang ditemukan tidak lebih dari satu gram untuk sekali pemakaian, sementara pada kasus Roro Fitria, fakta persidangan menunjukkan artis itu memesan 2,4 gram sabu dari kurir bernama Wawan.
"Pembelaan bahwa terdakwa dinyatakan menyalahgunakan narkotika untuk diri sendiri juga tidak terpenuhi," sebut Guntur.
Alhasil, Roro Fitria pun dinyatakan telah melanggar Pasal 112 ayat (1) UU No.35/2009.
Beleid pasal itu berbunyi: Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).
Selama pembacaan putusan hingga selesai, Roro tampak terisak dan sesekali menyeka air matanya dengan kerudung hitam yang ia kenakan.
Setelah putusan selesai dibacakan, penuntut umum Sarwoto langsung mengiring Roro Fitria untuk kembali ke ruang tahanan di PN Jakarta Selatan.
Lihat juga:BNN Bongkar Modus Baru Penyelundupan Narkoba |