Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Neneng belum mengaku tengah mengandung saat pemeriksaan awal. Namun, ketika dokter KPK mengonfirmasi Neneng saat di ruang pemeriksaan, tersangka suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta itu sedang hamil sekitar tiga atau empat bulan.
"Namun setelah selang satu hari ketika ada kunjungan dokter menanyakan apakah benar dalam kondisi hamil dan dijawab, 'iya'. Jadi sekitar tiga atau empat bulan," kata dia saat dikonfirmasi, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (18/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, pihaknya menyebut proses hukum terhadap Neneng tetap berjalan normal.
Juru bicara KPK Febri Diansyah saat berkunjung ke kantor CNNIndonesia.com di Jakarta, 2017. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
"Kalau tetap menyampaikan informasi secara benar tentu saja kondisi fisik atau psikis masih dalam kondisi yang baik. Tapi kalau memang ada problem dengan kesehatan silahkan disampaikan kepada dokter," kata dia.
Neneng adalah salah satu tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan izin proyek Meikarta. Selain Neneng, lembaga antirasuah itu ikut menjerat delapan orang lainnya sebagai tersangka.
Kemudian Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Sahat M Nohor, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.
Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima suap Rp7 miliar dari Billy Sindoro. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses perizinan Meikarta, proyek prestisius milik Lippo Group.
(fra/arh)
Juru bicara KPK Febri Diansyah saat berkunjung ke kantor CNNIndonesia.com di Jakarta, 2017. (