"KPK juga menyita dokumen perencanaan proyek Meikarta," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Kamis (18/10).
Febri mengatakan sejak kemarin sampai malam ini, tim penyidik KPK menggeledah di 12 lokasi. Saat ini, kata Febri penyidik masih menggeledah dua lokasi, di Kantor Lippo Cikarang dan PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) di Hotel Antero Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi, Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi.
Febri menyatakan proses penggeledahan di sejumlah lokasi tersebut berjalan lancar dan tanpa ada hambatan yang berarti. Dia pun mengingatkan agar semua pihak terkait kasus dugaan suap pengurusan izin proyek Meikarta ini tetap bersikap kooperatif.
"Dalam proses penggeledahan kemarin prosesnya berjalan baik. Tidak kendala berarti dalam penggeledahan," kata dia.
Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.
Dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta ini, sedikitnya KPK menetapkan sembilan tersangka, dua di antaranya Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.
Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima suap Rp7 miliar dari Billy Sindoro. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses perizinan Meikarta, proyek prestisius milik Lippo Group.