Bahkan, kata Sandi, di beberapa daerah banyak masyarakat yang memanggilnya sebagai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Saya relatif pengenalannya masih rendah. Oleh karena itu mulai mengenalkan ke bawah. Di beberapa daerah saja saya masih dipanggil Pak Anies. 'Selamat datang Anies Baswedan', bukan 'selamat datang Sandiaga Uno'," selorohnya, di Rumah Sriwijaya, Jakarta Selatan, Kamis (18/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya saya memang perlu lebih keras lagi. Lebih kerja keras lagi [supaya dikenal]," kata Sandi, yang merupakan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.
Sandiaga Uno berfoto dengan warga saat mengunjungi Thamrin City, Jakarta, Selasa (2/10). (CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Pak Prabowo juga akan kampanye terjun ke masyarakat. Apalagi tiap saya ke daerah itu banyak yang tanya mana Pak Prabowo, kapan Pak Prabowo datang yang begitu," kata Sandi.
"Nanti Pak Prabowo mulai tanggal 23 juga sudah ke daerah-daerah ya ada Jatim, Jateng ya kan ada pembagiannya karena kita bagi fokus beda. Kalau saya lebih ke masyarakat nanti Pak Prabowo lebih ke bagaimana melihat semua dari segi kebijakan," kata Sandi.
Selain terjun langsung ke lapangan, Sandi juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana berkampanye. Hal itu dilakukan lewat live streaming melalui akun Instagram dan Facebook pribadinya, Kamis petang (18/10).
Dalam kegiatan itu, Sandi menerima pertanyaan warganet dan menjawabnya secara langsung.Baik itu hal yang serius, menyangkut politik dan ekonomi, atau hal yang bersifat menghibur.
"Kan mereka sampaikan pertanyaan mulai dari politik ekonomi sampai yang remeh temeh gitu lho. yang lucu-lucu jadi kita biasakan sekarang menyapa netizen sekalian," kata Sandi.
Pasangan capres cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di Jakarta, 9 Agustus. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Apalagi kata dia, jika dibandingkan dengan kubu sebelah soal biaya bisa dibilang merupakan salah satu kendala yang cukup besar di timnya.
"Low cost campaign ini menurut saya sekarang jadi narasi yang kuat sekali dari kami. Kami banyak kendala di biaya. Apalagi banyak pengusaha yang menaruh simpati ke kita tapi enggak bisa berani secara terbuka men-support kita," tutur Sandi.
Sebelumnya, Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengkritisi itikad Prabowo mencalonkan diri pada Pilpres 2019 karena tampak tak banyak mengunjungi masyarakat, berbeda dengan Sandi.
(tst/arh)
Sandiaga Uno berfoto dengan warga saat mengunjungi Thamrin City, Jakarta, Selasa (2/10). (
Pasangan capres cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di Jakarta, 9 Agustus. (