Ali Fahmi juga merupakan Staf Khusus Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya (Purn) Arie Sudewo.
"Ali Fahmi memang belum ditemukan sampai dengan saat ini, proses pencarian, pengecekan alamat, pengiriman surat itu sudah dilakukan, tapi belum kami temukan sampai saat ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali Fahmi yang merupakan kader PDIP duduk sebagai staf kepala Bakamla khusus Bidang Perencanaan dan Anggaran. Dia diduga menjadi perantara untuk meloloskan anggaran di DPR.
Berdasarkan fakta persidangan, Ali Fahmi dikenalkan oleh mantan Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin ke mantan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Fayakhun Andriadi.
Ali Fahmi pun menawarkan diri ke Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah untuk membantu meloloskan anggaran dan menjamin perusahaannya mendapat proyek di Bakamla.
Atas jasanya membantu mengurus anggaran Ali Fahmi diduga mendapat uang sejumlah Rp24 miliar dari Fahmi.
"Saya lihat dia [Fahmi] bersama teman dan saya dikenalkan tiga orang. Katanya dari keluarga Solo, ada satu agak tua om-nya Pak Jokowi, adik Pak Jokowi, dan ipar Pak Jokowi," ujar Fayakhun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. (fra/ayp)