Dugaan ini menguat karena sejumlah barang berharga dan uang Rp20 juta rupiah turut raib.
Kepala Bagian Akademi IAIN Palu Abdul Wahab menyatakan uang yang hilang tersebut adalah honor untuk kegiatan Bidikmisi. Uang tersebut disimpan di dalam lemari yang dibuka paksa oleh pelaku.
"Uang untuk honorarium kegiatan Bidikmisi hilang. Lemarinya juga rusak dan dibongkar serta dibanting oleh penjarah," kata Abdul Wahab seperti dilansir dari Antara, Senen (22/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wahab mengatakan, saat ini IAIN masih mendata ijazah yang terhambur dan menghitung kembali ijazah yang masih tersisa.
"Mereka (pelaku) naik lewat tangga, kemudian membongkar ruangan bagian akademik dan mengobrak-abrik lemari serta berangkas ijazah," ujar Wahab.
Saat ini menurutnya belum bisa dipastikan apakah ada dokumen penting seperti ijazah yang hilang atau sekadar tercecer.
"Kami masih mendata, dan hasil pendataan akan dilaporkan kepada pimpinan dan diteruskan ke Kementerian Agama untuk dicarikan solusi bila ada yang hilang dan rusak," katanya. (sur/sur)