Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan salah satu korban penyanderaan dalam kondisi luka serius dan dalam kondisi lebam.
"Beberapa guru dan tenaga kesehatan sudah dibebaskan oleh KKB. Cuma ada satu tenaga kesehatan luka-luka dianiaya KKB," kata Dedi di Jakarta, Senin (22/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara satu tenaga medis yang luka serius dirujuk ke RS Bhayangkara Jayapura menggunakan pesawat. Para korban sudah dimintai keterangan seputar perlakukan KKB dan kronologi penyekapan.
"Bertugas. Guru di sana ditugaskan di salah satu distrik Mapenduma dalam rangka mengajar lalu tenaga medis memberikan perawatan yang ada di Distrik itu," ujar Dedi.
"Kita edukasi pada masyarakat setempat agar jangan khawatir aparat keamanan di sana mampu mengendalikan keamanan," kata Dedi.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan guru dan tenaga kesehatan itu disandera selama 3-17 Oktober 2018. Salah seorang dari korban sandera yang merupakan guru mengalami kekerasan seksual dari KKB. Guru tersebut, katanya, diketahui telah diperkosa secara bergiliran oleh anggota KKB.
Korban tersebut, kata Kamal, kini menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Jayapura. Kepala RS Bhayangkara AKBP dr Herry mengatakan kondisinya sudah stabil, namun masih perlu konsultasi dengan dokter spesialis terkait tragedi yang dialaminya.
Setelah berhasil dibebaskan pada 17 Oktober lalu, para guru dan tenaga kesehatan itu baru bisa dibawa ke Wamena menggunakan pesawat carteran dua hari kemudian. Sebelum diterbangkan ke Wamena, guru dan tenaga kesehatan itu sempat diamankan dan menginap di Kepala Puskesmas Mapenduman, Naftali Wandikbo. (ctr/ayp)