"Intinya saya ingin memastikan jangan sampai juru bicara maupun influencer tim kami melakukan politik kebohongan. Saya sampaikan jangan. Saya ingin pastikan satu-satu," kata Jokowi di Hotel Santika, Bogor, Senin (22/10).
Hal itu disampaikan usai pertemuan tertutup selama dua jam bersama seluruh juru bicara serta sejumlah influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi Minta Politik Kebohongan Diakhiri |
Terpisah, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany mengatakan bahwa Jokowi telah memerintahkan TKN fokus berkampanye untuk Pilpres mendukung persatuan.
"Pak Jokowi bilang jangan serang sosok personal. Politik berbasis data. Fokus pencapaian kerja. Jangan sampai karena Pilpres terpecah belah," ujar Tsamara.
Menurut dia, kejayaan dan kemajuan bangsa Indonesia bisa terwujud jika politik kebohongan dihentikan.
Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade berpendapat pidato Jokowi soal politik kebohongan itu justru disampaikan untuk Jokowi sendiri.
Andre mengatakan alih-alih mengingatkan orang lain, Jokowi sedang menampar dirinya sendiri.
"Ibarat pepatah Pak Jokowi itu sedang menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri," kata Andre kepada CNNIndonesia.com melalui telepon, Senin (22/10).
Andre merinci sejumlah kebohongan yang dilakukan Jokowi misalnya janji-janji kampanye yang kerap dia sampaikan pada Pilpres 2014 lalu.
"Bilang saya enggak akan impor kebutuhan pokok, ternyata impor. Bilang enggak akan berutang, ternyata raja utang. Bilang enggak akan angkat jaksa agung dari parpol, eh Jaksa Agungnya dari NasDem. Saya akan ciptakan lapangan kerja, eh malah lebih banyak pengangguran," kata Andre. (chri/wis)