Pembangunan yang belum bermanfaat, kata Sandiaga, dilihat dari keluhan yang dia terima saat bersafari ke sejumlah pasar di Krian dan Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (22/10). Baginya itu adalah bukti nyata pembangunan belum mampu menekan kesenjangan dan ketimpangan perekonomian Indonesia.
"Buat saya ini adalah momen kita untuk resolusi jihad ekonomi, bahwa kita mengalami pembangunan yang dirasakan masih ada kesenjangan ketimpangan, pembangunan baik, tapi belum memberikan dampak manfaat bagi masyarakat," kata dia saat meresmikan posko pemenangan Prabowo-Sandi di Graha Astranawa, Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan suatu bukti bahwa harapan masyarakat bahwa resolusi jihad zaman now adalah resolusi jihad bagaimana ekonomi kita perbaiki," kata dia.
"Kita akan memberikan peluang pada anak-anak bangsa lapangan pekerjaan, harga bahan pokok yang lebih terjangkau, bagaimana perusahaan-perusahaan bisa memberikan kelapangan kepada anak bangsa, bukan kepada tenaga kerja asing," katanya.
"Santri harus menjadi pencipta lapangan kerja, jangan sampai menjadi pencari kerja, maka ada program Santripreuneur ini," kata Sandiaga.
Bagi Sandi, harapan yang dia inginkan ini tak lepas dari peranan penting santri yang telah berjasa besar dalam kemerdekaan RI. Maka menurutnya, santri juga harus jadi penentu majunya ekonomi bangsa. (frd/ayp)