Mereka hendak melaporkan aksi pembakaran bendera beraksara Arab yang mirip dengan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), oleh sejumlah orang berseragam Banser Nahdlatul Ulama (NU) di Garut, Jawa Barat.
"Bersama-sama kita ke Mapolresta Bogor dalam rangka melaporkan oknum Banser yang melakukan pelecehan bendera tauhid, melakukan pembakaran bendera tauhid," ujar salah seorang warga yang menjadi orator dalam aksi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratusan peserta aksi yang mengikuti kegiatan ini membawa sejumlah bendera berwarna hitam dan putih yang bertuliskan kalimat syahadat. Bendera yang mereka bawa mirip dengan bendera HTI.
"Ini gabungan warga dan ormas-ormas. Ini inisiatif saja sih karena kejadian kemarin," kata dia.
Warga Bogor memprotes pembakaran bendera berkalimat tauhid. (CNN Indonesia/Fachri Fachrudin) |
Sejumlah pria berseragam Banser NU membakar bendera hitam karena dianggap mirip bendera HTI. Aksi pembakaran dilakukan saat merayakan Hari Santri Nasional.
HTI telah ditetapkan sebagai organisasi terlarang di Indonesia karena dianggap berniat mengganti ideologi Pancasila. Pembubaran HTI dilakukan bertepatan dengan disahkannya Perppu Nomor 2 Tahun 2017, yang kemudian menjadi UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
Bendera yang dibakar sejumlah pria berseragam Banser di Garut akhir pekan lalu adalah bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid identik dengan bendera Ar-Rayah yang kerap dikibarkan massa HTI. Ar Rayah, bendera berwarna hitam dan aksara arab putih disebutkan sebagai panji perang pada zaman Nabi Muhammad S.A.W.
Pasangan panji tersebut, yang juga kerap dibentang massa HTI adalah bendera dengan tulisan kalimat tauhid berwarna putih (Al-Liwa). Berbeda dengan Ar-Rayah, Al-Liwa memiliki fungsi sebagai bendera resmi negara Islam pada zaman Nabi Muhammad S.A.W.
"Itu panji dan benderanya Rasulullah. Itu artinya benderanya muslimin di seluruh dunia," kata Ismail saat itu.
"HTI menggunakan bendera itu sebagai simbol karena memang bagian dari usaha organisasi untuk mengenalkan persatuan semua Islam di seluruh dunia," katanya. (fhr/ayp)
Warga Bogor memprotes pembakaran bendera berkalimat tauhid. (CNN Indonesia/Fachri Fachrudin)