Sebab kata Sandi, merujuk pada hasil survei yang dilakukan pihaknya secara internal elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi justru "mengejar".
"Tentunya ini tambahan data, kami apresiasi. Tapi survei internal kami dan tak pernah kami publikasikan, menunjukan kami mengejar," kata Sandi saat ditemui di media center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa malam (23/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambah, sebelum kabar bohong itu terungkap sikap Prabowo yang melindungi Ratna pun menjadi nilai plus bagi pasangan calon nomor urut 02 itu.
Tersangka kasus hoaks Ratna Sarumpaet, di Jakarta, 3 Oktober. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Hasil survei menunjukkan bahwa kasus hoaks Ratna Sarumpaet berdampak negatif dan menyebabkan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga menurun.
Dari sisi elektabilitas pada September 2018, sebelum ada kasus hoaks Ratna Sarumpaet, Jokowi-Ma'ruf Amin 53,2 persen, Prabowo-Sandiaga Uno 29,2 persen dan 17,6 persen belum memutuskan.
Adapun persentase yang belum memutuskan menyusut tinggal 13,7 persen. Survei LSI Denny JA dilakukan pada 10-19 Oktober 2018 dengan jumlah 1.200 responden diseluruh Indonesia.
Selain itu, hoaks Ratna Sarumpaet membuat dukungan terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari kalangan dengan latar perguruan tinggi menurun, dari yang sebelumnya mencapai 46,8 persen menjadi 37,4 persen.
(tst/arh)
Tersangka kasus hoaks Ratna Sarumpaet, di Jakarta, 3 Oktober. (