"Saya mendesak Polri mengusut tewasnya tahanan narkoba di Mapolsek Bendahara, Aceh Tamiang, serta menindak pihak yang terlibat dalam kematian tersebut," kata Nasir Djamil di Banda Aceh, sebagaimana dilansir Antara, Rabu (24/10).
Nasir menyambut baik langkah Kapolda Aceh Irjen Rio S. Djambak yang lekas mencopot Kapolsek Bendahara, Ipda Iwan Wahyudi akibat kejadian itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa pun alasannya, menyiksa tahanan, apalagi sampai meninggal dunia, jelas pelanggaran hukum dan HAM," ujar anggota DPR itu.
Nasir juga mengusulkan kepada pimpinan Komisi III DPR RI supaya melakukan kunjungan khusus ke Aceh Tamiang, guna melihat dan mendengar langsung fakta peristiwa itu.
Anggota polisi membersihkan bekas kebakaran di Mapolsek Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. (ANTARA FOTO/Zamzami) |
"Komisi III juga akan mengunjungi mapolsek yang dibakar dan akan mendengar langsung bagaimana peristiwa seperi itu bisa terjadi. Kenapa masyarakat marah? Tentu ini ada sesuatu yang mereka tidak bisa terima," ujar Nasir Djamil.
Peristiwa bermula ketika Polsek Bendahara menangkap seorang pengedar narkotika jenis Sabu berinisial AY (31) di kawasan Gampong Tanjung Kramat, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang pada Selasa (23/10) dini hari.
Saat dalam perjalanan ke kantor polisi, AY dengan kondisi tangan terborgol tiba-tiba mencekik leher anggota polisi yang tengah menyetir di tengah perjalanan hingga akhirnya mobil menabrak trotoar.
Lihat juga:Kronologi Pembakaran Polsek Bendahara Aceh |
Setibanya di Mapolsek Bendahara, kata Misbahul, AY mengaku merasa pusing kemudian tidak sadarkan diri setelah diberi makan.
AY langsung dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bendahara untuk mendapatkan penanganan medis yang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Aceh Tamiang.
AY meninggal dunia setelah tiba di RSU Aceh Tamiang.
Jasad tersangka selanjutnya diantar ke rumah duka. Namun, kemudian masyarakat beramai-ramai mendatangi Mapolsek untuk mempertanyakan kematian tersangka. Massa mendadak mengamuk di lokasi dan mulai melakukan pelemparan gedung Mapolsek. Massa akhirnya membakar gedung utama Mapolsek, Musala dan tempat parkir. Satu unit mobil patroli dan sepeda motor juga ikut dibakar massa. (antara/ayp)
Anggota polisi membersihkan bekas kebakaran di Mapolsek Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. (ANTARA FOTO/Zamzami)