Fransiskus ditemukan tewas di rumahnya Komplek Villa Kebun Sirih, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Sumatra Selatan. Selain Fransiskus, istrinya Margareth Yentin Liana (43), dan dua anaknya Rafael Fransiskus (18), dan Kathylin Fransiskus (12) juga ditemukan tak bernyawa di rumah tersebut. Diduga keempatnya tewas ditembak.
Berdasarkan foto yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (24/10), secarik kertas bertuliskan "Aku sudah sangat lelah... Maafkan aku..." dan secarik kertas lainnya bertuliskan "Aku sangat sayang dengan anak & istriku... Choky & Snowy aku tidak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini"
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Grup WhatsApp tersebut merupakan grup alumni SMA Xaverius Kota Lubuk Linggau, Sumsel angkatan tahun 1992. Fransiskus yang merupakan alumni SMA itu, mengirimkan pesan pada pukul 02.48 WIB.
Kata Effendi, Frans dan keluarganya dikenal sebagai pribadi yang taat beribadah dan rajin ke gereja. Dirinya pun berujar, bisnis CV Frantinkom milik korban yang bergerak di bidang desain interior sedang menanjak dan banyak menerima pesanan.
"Kalau masalah keluarga setahu saya enggak ada. Lagian keluarga kami jarang ikut campur masing-masing keluarga," katanya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Komisaris Besar Budi Suryanto membenarkan bahwa pihaknya menemukan kertas bertuliskan tangan tersebut dan dijadikan barang bukti yang akan diperiksa oleh penyidik.
"Nanti akan dicocokkan dulu sama penyidik, itu tulisan tangan siapa," ungkapnya.
Budi mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan jenazah para korban pun masih dalam proses untuk otopsi dan mengeluarkan proyektil yang masih bersarang di jasad para korban.