Rachmat besar kemungkinan ditunjuk untuk menggantikan tugas Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap jual beli jabatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kata Tjahjo, pihaknya masih menunggu keterangan resmi KPK terkait penangkapan Bupati Cirebon. Jika sudah ada keterangan resmi, pihaknya akan berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat menindaklanjuti masalah ini dengan menonaktifkan Sunjaya.
Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. (Detikcom/Tri Ispranoto) |
"Saya sudah berkirim informasi kepada Kemendagri kira-kira proses penggantian sementara ini seperti apa supaya tidak ada kekosongan pemerintahan di sana," kata pria yang akrab dipanggil Emil itu.
Sunjaya Purwadisastra ditangkap bersama enam orang lainnya. Operasi senyap kali ini disinyalir terkait dugaan suap jual beli jabatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Ridwan Kamil mengaku prihatin dengan penangkapan sejumlah kepala daerah, terutama di Jawa Barat, dalam kasus rasuah.
Sebelum Sunjaya, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin jadi kepala daerah di Jawa Barat lainnya yang lebih dulu dibekuk KPK dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta.
"Saya prihatin karena dalam seminggu kurang terjadi dua kali Ini adalah peringatan buat kepala daerah di seluruh Indonesia khususnya di Jawa Barat, jangan bermain-main dengan integritas," katanya.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di Bandung, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Huyogo) |
"Saya akan carikan sebuah solusi. Salah satunya dengan smart city atau platform teknologi yang bisa memastikan proses apapun menghindari pertemuan manusia dengan manusia," ujarnya.
(fhr/hyg)
Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. (
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di Bandung, beberapa waktu lalu. (