JK mengatakan, sejumlah hasil survei kini memang menempatkan Jokowi - Ma'ruf mengungguli rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
"Kita kan membaca semua hasil survei, tapi pengalaman yang seperti saya katakan, (hasil) malah jadi sebaliknya akibat terlalu confidence," ujar JK usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TKN di Hotel Empire Palace, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/10) kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di saat Hillary berbicara ekonomi global dan sebagainya. Trump malah berbicara kebangkitan Amerika, Itu menimbulkan semangat pemilih," kata dia.
JK menambahkan strategi politik juga sangat penting, saat pihak lawan selalu mengkritik kinerja Jokowi sebagai petahana. JK pun meminta supaya para tim sukses mengantisipasinya dengan memberikan penjelasan yang benar kepada masyarakat.
"Incumbent selalu berbicara telah dan akan, tentu yang lawan biasanya berbicara yang telah dikerjakan (incumbent) itu salah, selalu menyalahkan begitu terus, tentu kita harus memberikan penjelasan yang benar," kata dia.
Pesan JK juga senada dengan pendapat Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir. Dia berharap tidak ada anggota tim pemenangan di seluruh Indonesia yang bersikap jemawa meski survei menunjukkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 unggul.
"Poling kita sangat tinggi, tetapi kita tak boleh larut. Kita harus terus berbenah dan bekerja sampai kita diputuskan sebagai pemenang," kata Erick.
Namun, ketika Mike Tyson sedang berada di puncak karirnya, dia justru tumbang di ronde ke-10 saat bertanding melawan James Buster Douglas, yang tidak diunggulkan. (frd/ayp)