Pilot Lion Air yang Jatuh Punya Enam Ribu Jam Terbang

CNN Indonesia | Senin, 29/10/2018 11:14 WIB
Pilot Lion Air yang Jatuh Punya Enam Ribu Jam Terbang Ilustrasi pesawat Lion Air. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bhavye Suneja, kapten pilot Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada Senin (29/10) pagi, sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot Harvino telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang.

Hal ini dinyatakan Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, lewat rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

Selain Bhavye dan Harvino, enam awak kabin lainnya yang bertugas pada pesawat Lion Air yang jatuh itu adalah Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula.

Pesawat Lion Air JT-610 lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.20 WIB dan hilang kontak pada 06.50 WIB saat berada di ketinggian 2.500 meter.


Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) M Syaugi menyatakan perkiraan titik jatuhnya pesawat tersebut telah diketahui. Syaugi menerangkan pihaknya telah mengonfirmasi visual puing dan pelampung yang diduga berasal dari pesawat nahas tersebut.

Syaugi mengatakan pihaknya sudah mengirimkan tim untuk baik lewat udara maupun laut untuk mengecek dan melakukan penyisiran ke lokasi tersebut.

Dalam tim tersebut, kata Syaugi, juga disertakan tim penyelam. Itu dilakukan guna mencari kemungkinan bangkai pesawat berada di dasar laut.

Pesawat Lion Air bertipe Boeing 737-8 Max tersebut merupakan pesawat baru dan baru mulai beroperasi pada Agustus 2018.

Penumpang yang berada di dalam pesawat berjumlah 189 orang, terdiri atas 178 orang dewasa, dua anak-anak dan dua bayi, serta dua kru kokpit dan enam awak kabin.
(vws/vws)