Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mukri mengatakan selain jaksa, ada dua pegawai kejaksaan lainnya yang jadi bagian dari insiden tersebut.
"Terkait musibah tersebut, dari manifes yang saya terima, memang benar di ada lima warga adhyaksa yang mengalami musibah atau di dalamm pesawat itu," kata Mukri dalam jumpa pers di Posko Evakuasi di Pantai Tanjung Pakis, Pakis Jaya, Karawang, Senin (29/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu ada Sastriata yang merupakan staf Tata Usaha Kejati Babel serta Nia Sugiono yang merupakan istri Andri Wiranofa.
Mukri menyebut kedatangan mereka ke Jakarta dengan tujuan berbeda-beda. Namun kelimanya memilih penerbangan pagi untuk mengejar agenda di Bangka Belitung.
Mukri juga mengonfirmasi Basarnas telah menemukan beberapa identitas dari korban di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Sebab itu Kejagung menyampaikan bela sungkawa.
Mukri mengonfirmasi Basarnas telah menemukan beberapa identitas yang merujuk kelima korban itu.
"Atas nama institusi, kami mengucapkan bela sungka sedalam-dalamnya dan mohon alamarhum dan almarhumah didoakan husnul khotimah dan keluarga korban diberikan ketabahan," tutupnya.
Lion Air JT-610 merupakan pesawat dengan rute Jakarta-Pangkalpinang. Pesawat lepas landas dari Jakarta sekitar pukul 06.20 WIB.
Baru terbang 13 menit, pesawat hilang kontak setelah sesaat sebelumnya pilot meminta kembali ke bandara. Total kumlah penumpang pesawat itu diperkirakan 189 orang. (dhf/gil)